METODE BELAJAR DAN MENGHAPAL CEPAT DAN BERMUTU

Penampilan Santri Putri

METODE BELAJAR, MENGHAPAL CEPAT DAN BERMUTU

Oleh Jeje Z. Muttaqien

Tanamkan rasa senang pada materi yang akan anda baca atau anda hafalakan, menurut Imam Al-Ghozali sebenarnnya kekuatan memory otak manusia sama saja. Al-Ghozali mencontohkan betapa mudahnya seseorang menghafalkan syair-syair, lagu-lagu atau anekdot-anekdot yang lucu. Read the rest of this entry

Syair-Syair Hikmah KH Wahid Hasyim (1)

KH Abdul Wahid Hasyim termasuk tokoh yang gemar mencatat. Tak heran, sejumlah pantun dan sajak kesukaannya dalam berbagai bahasa tetap tersimpan rapi hingga sekarang. Beberapa syair hikmah berbahasa Arab berikut adalah sebagain warisan berharga dari ulama dan pahlawan nasional ini. Read the rest of this entry

Modus Upaya Perebutan Masjid NU

GambarJakarta, NU Online
Warga NU telah tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Mereka berdakwah dengan membangun masjid, musholla serta madrasah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan iman umat Islam sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Read the rest of this entry

Hukum Khitan Perempuan

Syariah 

Hukum Khitan PerempuanGambar

Dalam riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ada lima macam yang termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.”

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah ajaran yang komprehensif yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk hal-hal yang sepele yang menjadi naluri kebiasaan manusia. Read the rest of this entry

Dalil dan Bacaan Wirid Ba’da Shalat

Ubudiyyah

d0a

Dalil dan Bacaan Wirid Ba’da Shalat

Ada sebuah maqalah yang mengatakan bahwa man laysa lahu wirdun fahuwa qirdun, barang siapa yang tidak wirid, maka dia seperti monyet. Memang jika diangan-angan salah satu kewajiban manusia adalah mengingat Sang Khaliq. Apabila seseorang tidak pernah mengingat (wiid) Sang Khaliq maka orang itu bagaikan seekor monyet yang tidak tahu diri dan tidak mengerti balas budi. (lebih…)

RESENSI BUKU: Dialog Iblis dengan Para Nabi: 99 Kisah Penyegar Iman

Cover Buku Dialog Iblis dengan Para NabiMENYEGARKAN IMAN DENGAN KISAH PARA NABI

Judul buku               : Dialog Iblis dengan Para Nabi: 99 Kisah Penyegar Iman

Penujlis                     : Aep Saepulloh Darusmanwiati
Penerbit                    : Zaman, Jakarta
Tahun Terbit             : I, 2012
Jumlah halaman        : 331 Halaman
ISBN                        : 978-979-024-329-3
Harga                       : Rp. 45.000,-
Kisah-kisah dalam Islam sangat memiliki arti yang sangat penting. Hal ini terukir dalam al-Qur’an yang berisi kisah lebih dari seperempatnya. Namun, al-Qur’an bukanlah kitab sejarah yang menceritakan suatu kejadiaan secara detail dan lengkap.
Al-Qur’an hanya menyebutkan penggalan-penggalan kisah yang penuh dengan hikmah untuk menjadi bahan pelajaran untuk direnungkan bersama. Dengan kisah-kisah itu setiap orang dapat memetik banyak bahanmuhasabah untuk memperbaiki diri. Read the rest of this entry

Penjelasan Mengenai Rebo Wekasan

sumber: http://nu.or.id

Penjelasan Mengenai Rebo Wekasan

Gambar

Bulan Shafar  adalah bulan kedua dalam penanggalan hijriyah Islam. Sebagaimana bulan lainnya, ia merupakan bulan dari bulan-bulan Allah yang  tidak memiliki kehendak dan  berjalan sesuai dengan apa yang Allah ciptakan untuknya. Read the rest of this entry

SDIT Al-Kamiliyyah

SDIT Al-Kamiliyyah

Para perserta didik sedang belajar

Kesadaran dan Kepahitan tak ada jawabannya

Yogyakarta, Jum’at 12 Januari 2012 10.10 Wib

Kesadaran dan Kepahitan tak ada jawabannya

Oleh Dede Jalaluddin Soleh Kamil

Dipagi itu, aku tak merasa ada yang berbeda dengan pagi-pagi yang telah ku lewati seperti biasanya, mungkin kejadian ini tidak hari ini akan tetapi peristiwa ini terjadi sudah hari yang ketiga dimana ada yang berbeda padanya, saat itu mungkin hanya saat itu saja, ternyata perkiraan ku meleset mungkin ini seperti ramalan bintang yang setiap ada meleset adapula yang hampir terjadi sama persis. Aku pun bertanya-tanya pada hatiku “kenapa ini wahai Tuhan, ada apa ini?” gumamku dengan hati agak sesak. Sesekali ku pandangi raut wajahnya tetapi dia malah menepis dengan wajah sinis, ku dekati dengan ada harapan yang mungkin aku dapat jawaban yang ku cari, namun apa yang ku dapati hanya luka bertambah. Seakan aku adalah makhluk yang tak dianggap bahkan menganggap aku seonggok patung, seperti patung selamat datang dijakarta sana. Dihari ini, didalam kamar yang memang sering aku beristirahat merasa fikiranku terganggu, seandainya aku tahu apa salahku akupun akan memperbaiki dimana salah yang ku perbuat padanya. Mataku ku sudah lelah, untuk menatapnya, tangan ini lemas saat ingin berjabat dan mulut ini terkunci saat ku ingin menyapanya, dipesantren yang ku tinggali ini, seakan menjadi bom merang, sudah kesekian perasaan ini muncul, namun, ku selalu menyimpannya dalam diri, inilah puncak dimana ubun-ubun ku merasa mendidih, hati ini sesat dan jantung yang berdetak kencang mungkin bukan lelah yang karenanya berolah raga akan tetapi lelah karena fikiran-fikiran itu menghantui hingga aku menutup mata dan dipagi saat mata ini masih ingin bermimpi, tapi, dia hadir dalam bunga yang ku harap dia tidak hadir dalam mimpiku. Read the rest of this entry

Mengenal Para Ulama Nusantara (Abuya Dimyati)

Abuya Dimyati

Abuya Dimyati

Abuya Dimyati, Keramat dari Barat

Ulama dan guru tarekat yang ‘alim dan wara’ di Banten. Nama lengkapnya adalah KH. Muhammad Dimyati bin Muhammad Amin al-Banteni yang biasa dipanggil dengan Abuya Dimyati, atau oleh kalangan santri Jawa akrab dipanggil “Mbah Dim”.

Lahir sekitar tahun 1925 dari pasangan H. Amin dan Hj. Ruqayah. Sejak kecil Abuya Dimyati sudah menampakan kecerdasan dan keshalihannya. Ia belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya, menjelajah tanah Jawa hingga ke pulau Lombok demi memenuhi pundi-pundi keilmuannya.

Kepopuleran Mbah Dim setara dengan Abuya Busthomi (Cisantri) dan kiai Munfasir (Cihomas). Mbah Dim adalah tokoh yang senantiasa menjadi pusat perhatian, yang justru ketika dia lebih ingin “menyedikitkan” bergaul dengan makhluk demi mengisi sebagian besar waktunya dengan ngaji dan ber-tawajjuh ke hadratillah.

Sebagai misal, siapakah yang tidak kecil nyalinya, ketika begitu para santri keluar dari shalat jama’ah shubuh, ternyata di luar telah menanti dan berdesak-desakan para tamu (sepanjang 100 meter lebih) yang ingin bertemu Mbah Dim. Hal ini terjadi hampir setiap hari. Read the rest of this entry