TRADISI GHASAB


TRADISI GHASAB

Ghasab adalah menguasai ( استلاء ) harta orang lain tanpa izin atau tanpa kerelaan si pemilik, Hukumnya adalah haram, bahkan menurut sebagian ulama’ dikategorikan dosa besar. Berikut pendapat ulamu’ mengenai ghasab :

الكبيرة السابعة والعشرون بعد المائتين الغصب , وهو الاستلاء على مال الغير ظلما. اخرج الشيخان عن عائشة رضي الله عنها ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من ظلم قيد شبر من ارض اي قدره طوقه من سبع ارضين . . . الى قوله وابن حبان فى صحيحه عن ابي حميد الساعدي رضي الله عنه قال : رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يحل لمسلم ان ياخذ عصا اخيه بغير طيب نفس منه. قال ذلك لشدة ما حرم الله من مال المسلم على المسلم

( الزواجر عن اقترف الكبلئر الجزء 2 ص : 290

Dosa besar yang ke-27 adalah Ghasab. Yakni menguasai harta orang lain secara dzolim. Hadits dari Bunda Siti ‘Aisyah RA : Sesungguhnya Rosululloh SAW telah bersabda : barang siapa mendzolimi seukuran satu jengkal tanah, maka Allah akan mengalunginya tujuh kali lipat ukuran bumi.  . . . terus sampai hadits riwayat Ibnu Hibban dari Sahabat Abi Humaid As-Sa’idy RA. Rasululloh SAW telah bersabda : “ Tidak halal bagi orang islam mengambil tongkat saudaranya tanpa izin yang sah darinya. Semua hadits diatas di sampaikan, karena Allah SWT mengharamkan bagi orang islam menguasai harta sesama orang islam sendiri”

Tradisi ghasab dikalangan santri memang sudah memprihatinkan. Ghasab sudah dianggap hal biasa Padahal hampir tiap hari para Pengasuh Pesantren sudah menerangkan bahwa ghasab itu haram. Bahkan banyak pesantren yang menempel tulisan “ GHASAB HARAM “ disudut-sudut pesantren, namun tulisan itu dianggap lelucon saja. Barang yang paling sering dighasab adalah sandal. Bahkan tidak jarang sandal Pengasuh/Guru pesantren juga tak luput dari ghasaban para peghasab. Ini jelas sangat memalukan dan tidak beradab.

Akhirnya kami berharap semoga para santri segera menyadari tentang keharaman ghasab, sehingga tradisi ini hilang dan di ganti dengan tradisi yang berakhlakul karimah. Amiin

BAHTSUL MASA’IL

Tanya : Terus apa syaratnya kita diperbolehkan mengambil harta orang lain?

Jawab :

فمتى غلب على ظنه ان الملك يسمح له باخد شيئ معين من ماله جاز له اخذه ثم ان بان خلاف ظنه لزمه ضمانه  ( الفتاوى الفقهية الكبرى لابن حجر الهيتمى الجزء الرابع ص : 116)

Keterangan : Ketika seseorang mempunyai praduga ( Sangkaan )  yang kuat bahwa pemiliknya memberikan kemurahan kepadanya dengan mengambil sesuatu yang ditentukan dari hartanya, maka ia boleh mengambil. Namun jika kemudian praduganya bertentangan dengan kenyataan ( Realita ) maka ia wajib menggantinya.

About YPI. Al-Kamiliyyah

Yayasan Pendidikan Islam Al-Kamiliyyah, Bekasi meliputi, 1. Pengajian Umum (bapak-bapak dan ibu-ibu) 2. Pondok Pesantren (putra/i) 3. SDIT 4. SMP Al-Kamiliyyah Boarding School 5. KBIH dan Umrah (diakui pemerintah setempat) 6. Klinik Pengobatan

Posted on 1 Desember 2012, in Bahsul Masa'il and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. bahsul masail masalah jodoh kumaha pak kyai?hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: